SELAMAT DATANG DI PKS CIANJUR ZONDA DUA # TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA # FOLLOW KAMI DI TWITTER @pks_cianjur

Selasa, 28 Juni 2011

Anak Para Kader PKS Berlomba-Lomba Menjadi Hafidz Al-Qur’an


Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – “Dik, lagi apa?” tanya Ust Asfuri pada seorang bocah di Masjid Al Hikmah Mampang Jakarta di bulan Ramadhan 2 tahun yang lalu.

“Lagi dengerin tilawah Pak” jawab si bocah sambil mengutak-ngatik HP di serambi dekat pagar masjid lantai 2.

“Siapa namamu?”

“Abdurrahman” jawabnya.

“Anak siapa, Dik?”

“Ust Musyafa”

“Dah berapa juz hafalannya?”

“14 juz”.

Dan kini Abdurrahman telah menjadi hafidz Al Qur’an. Dialog di atas adalah gambaran bagaimana seorang bocah yang dua tahun lalu baru hafal 14 Juz, tahun ini sudah hafal 30 juz. Menurut Ust Musyaffa Ahmad Rahim yang merupakan fungsionaris PKS kepada redaksi dakwatuna.com, anaknya telah dinyatakan lulus seleksi Hifdzul Qur’an 30 juz sehingga berhak untuk ikut khataman dan akan mendapat sanad, insya Allah. Beliau berharap anaknya supaya menjadi Ahlul Qur’an.

Kisah di atas baru sekelumit kisah seorang anak kader PKS yang menjadi hafidz Al Qur’an. Dan ternyata hafidz Al Qur’an seperti menjadi impian dan cita-cita banyak anak kader PKS lainnya. Sebelumnya kita sudah mengetahui beberapa contoh lain yang anak-anaknya menjadi Hafidz Al-Qur’an. Di antaranya keluarga H Mutamimul Ula dan Wirianingsih yang ke-10 anaknya menjadi penghapal Al-Qur’an. Dari kesepuluh putranya, empat putranya hafal 30 juz, ada yang hafal 29 juz, 15 juz, 13 juz, sembilan juz, dan dua juz bagi dua putranya yang masih duduk di bangku SDIT Mampang Jakarta Selatan. Selain itu juga anak dari Budi Dharmawan dan Almarhumah Yoyoh Yusroh juga merupakan Hafidz Al-Qur’an.

Dan kini, sebut saja salah satunya di daerah kota Bekasi. Pada saat pengurus setempat menggelar Mukerda PKS Kota Bekasi Mei 2011, mereka memberikan penghargaan kepada 19 anak kader PKS se-kota Bekasi yang telah menyelesaikan hafalan (hafidz) Al-Quran lengkap sebanyak 30 juz. Subhanallah! Dari data yang kami terima, lima anak di antara mereka berasal dari Pondok Gede, yaitu:

Ahmad putra dari Ust. Dede D
Ahmad Usamah putra dari Ust. Martri Agoeng
Ghifari putra dari Ust. Arifinto
Hasan putra dari Ust. Dede D
Salsabila putri dari Ust. Abdurrahman Tamin

Menurut salah satu pengurus PKS Pondok Gede, ke-19 anak itu hanya yang menerima penghargaan. Dan 1-2 bulan setelah itu, di Pondok Gede saja bertambah 2 anak kader PKS lagi yang menyelesaikan 30 Juz. Subhanallah wal hamdulillah. (hdn)

Anggota DPR Puji Pensiun Dini PNS Kemenkeu


akarta (ANTARA News) - Anggota Komisi XI DPR Kemal Azis Stamboel menilai postif rencana program pensiun dini Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Keuangan dan hal itu diharapkan bisa meningkatkan produktivitas birokrasi.

"Selama hal ini dijalankan berdasarkan evaluasi "performance base", saya kira ada harapan untuk meningkatkan
produktifitas birokrasi kita. Diharapkan kebijakan ini kedepan bisa diperluas untuk menata sistem dan manajemen PNS secara keseluruhan agar lebih produktif," ujarnya dalam email yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Birokrasi Indonesia, menurut Kemal Azis Stamboel , seharusnya terus bertransformasi menjadi birokrasi modern yang produktif dan berorientasi "civil servant" atau pelayanan publik.

Penataan ini, menurut Kemal. memang sudah sangat mendesak mengingat jumlah PNS di seluruh Indonesia sudah mencapai 4,7 juta. Hal ini juga mengakibatkan alokasi belanja pegawai yang terus membengkak, belum ditambah dengan beban keuangan lanjutan seperti untuk pensiun, tunjangan hari tua, dan lain sebagainya.

"Dengan proses reformasi birokrasi yang memiliki konsekuensi peningkatan remunerasi memang harus ada upaya yang serius untuk meningkatkan produktifitas PNS. Kalau tidak, maka rakyat secara keseluruhan sebagai pembayar pajak akan sangat kecewa melihat kesenjangan remunerasi yang diterima dengan produktivitas yang diberikan," katanya.

Saat ini, pos belanja pegawai secara keseluruhan cukup besar sehingga pemerintah mengalokasikan Rp180,6 triliun atau sekitar 14,7 persen dari APBN 2011.

Pada saat yang sama alokasi anggaran yang ditetapkan untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran prioritas infrastruktur hanya Rp67,4 triliun. Publik menilai, anggaran tersebut sangat besar dan boros jika dibandingkan dengan produktivitas PNS saat ini yang dipandang rendah.

Rendahnya produktivitas kerja terlihat dari aktivitas pegawai yang begitu santai di hampir semua instansi pemerintah sehingga membuat sistem rantai birokrasi menjadi terlalu panjang dan memicu ekonomi biaya tinggi.

Menurut Anggota DPR dari Fraksi PKS ini, Pemerintah memang harus hati-hati dengan jumlah PNS yang terus meningkat karena pemekaran-pemekaran wilayah dan juga adanya kewajiban mem-PNS-kan pegawai honorer.

"Konsekuensinya bukan hanya gaji, tapi juga beban pensiun, tunjangan, fasilitas dan seterusnya. Sehingga alokasi belanja pembangunan daerah akan semakin terbatas. Saya kira akan bagus kalau ada rencana "capping" belanja pegawai yang akan mengacu pada perbandingan jumlah PNS daerah dengan jumlah penduduk di masing-masing daerah," ujarnya.

Selain itu, hal tersebut juga akan membuat batas minimal belanja modal dengan mempertimbangkan total anggaran belanja daerah, Sehingga alokasi belanja untuk infrastruktur dan pembangunan bagi masyarakat bisa memadai.(*)
(Tz. D011/A011)

Senin, 27 Juni 2011

'Transformasi' PKS Jelang 2014


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Suhu politik jelang Pemilu 2014 kian memanas. Namun, hal ini tidak diimbangi dengan perubahan baik partai politk (Parpol). Tidak ada jaminan stabilitas politik hingga tidak terwakilinya masyarakat dengan keberadaan Parpol, semakin membuat citra buruk bagi Parpol itu sendiri.

Menurut Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal, Parpol yang ada hanya mengadaptasi budaya masa lalu. Sehingga, tambahnya, Parpol yang ada kehilangan rencana poltik yang bersifat visioner.

Saat ini, ungkap Musatafa, PKS tengah melakukan perbaikan dalam menjawab persoalan tersebut. "Kita akan coba merubah mainset tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut Musatafa mengatakan, PKS akan terus mengedapankan nilai-nilai ke-Islaman dalam penerapan pola politik PKS. "Namun, tidak mengacu pada Negara Islam seutuhnya," tuturnya.

Nilai agama tersebut, jelas Mustafa, nantinya akan memberikan sebuah jawaban terkait permasalahan radikalisme bangsa Indonesia. Menurutnya, perangkulan para tokoh agama dapat menjadi senjata melawan serangan radikalisme. "Tokoh agama bukan menjadi alat politik untuk mengkotak-kotakan agama," tuturnya.

Tak hanya Musatafa, Anggota Komisi VII Fraksi PKS, Sohibul Iman mengatakan, penerapan nilai keagaman menjadi hal penting untuk diterapkan oleh nagara. Selain penerapan hukum yang masih kurang, sambungnya, perilaku buruk masih menjadi sifat keseluruhan masyarakat.

Selain itu, jelasnya, ketidakmampuan kita untuk merambah sektor ekonomi membuat sektor poltik menjadi pelarian. "Nantinya, sektor ekonomi harus juga menjadi sektor yang dikuasai secara keseluruhan," ujarnya.

Ke depan, terangnya, PKS akan terus menjadi media yang menjaga kepercayaan masyarakat. "Kepercayaan masyarakat yang rendah menghasilkan pembangunan yang tidak efektif," kata Iman.

Saat ini, tambahnya, PKS berada pada posisi tengah. Hal ini, sambungnya, menjadikan PKS sebagai Parpol yang dapat mengedepankan aspirasi masyarakat untuk menjawab permasalahan kepercayaan masyarakat. "PKS akan selalu terbuka dengan masukan dari siapapun," tutur Iman.

DPD PKS Cianjur selenggarakan Talaqi Madah Tarbiyah 1427 H


Bertempat di Mesjid Daarul Hasan,Cugenang Cianjur Bidang Kaderisasi DPD PKS Cianjur menyelenggarakan Daurah Talaqi Madah 1427 H. Hadir pada daurah tersebut para pembina atau murobbi/murrobiyah seKabupaten Cianjur. Adapun tujuan dari daurah tersebut untuk lebih memberikan pemahaman kepada para pembina atau murabbi dalam melaksanakan pembinaan kepada para kader sesuai dengan Manhaj yang telah di bakukan.
Dalam sambutannya Ketua Biro Qur'an dan Manhaj Bidang Kaderisasi Ustadz Undang,SPdi menekankan kepada para kader untuk lebih rajin menuntut ilmu lagi dan dapat mengamalkannya.
Acara yang diselenggarakan hari Ahad,26 - Juni - 2011 itu mengadirkan Ustadz Drs.Ahmad Maftuhi sebagai pembicara.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More