SELAMAT DATANG DI PKS CIANJUR ZONDA DUA # TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA # FOLLOW KAMI DI TWITTER @pks_cianjur

Kamis, 14 Juli 2011

PKS Perjuangkan PT 3 Persen


JAKARTA: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap mengusulkan persyaratan parliamentary threshold (PT) pada angka 3 persen dengan pertimbangan untuk menjaga stabilitas politik nasional.

"Sikap PKS tetap konsisten mengusulkan parliamentary threshold pada angka 3 persen," kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaq, di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (13/7).

Menurut dia, usulan 3 persen adalah angka moderat karena sudah naik dari persyaratan parliamentary threshold pada Pemilu 2009 sebesar 2,5 persen, tapi tetap mengakomodasi keberadaan partai-partai politik di parlemen.

Kalau partai-partai politik besar mengusulkan persyaratan parliamentary threshold 5 persen, menurut dia, belum bisa dilaksanakan pada Pemilu 2014 karena akan mematikan sejumlah partai politik yang ada di parlemen saat ini. (Ant/OL-8)

Jumat, 08 Juli 2011

Soal Surat MK, PKS Desak Polri Tetapkan Tersangka Lain


Metrotvnews.com, Jakarta: Pengakuan Anggota Komisi Pemilihan Umum I Gusti Putu Artha soal penawaran Dewi Yasin Limpo atas sejumlah uang untuk meloloskan menjadi anggota DPR harus ditindaklanjuti. Pengakuan Putu bisa menjadi bukti tambahan bahwa pemalsuan dan penggelapan surat Mahkamah Konstitusi (MK) tidak hanya melibatkan staf MK, tapi juga komisioner KPU.

“Keberanian Saudara Putu untuk mengungkap pertemuannya dengan Dewi Yasin Limpo patut diapresiasi. Keterangannya menjadi tambahan bukti bahwa ada komisioner KPU yang terlibat pada waktu itu," kata anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf dalam pernyataan tertulis, Kamis (7/7).

Ia akan meminta Panja Mafia Pemilu untuk mengundang Putu pada rapat selanjutnya. Di sisi lain, Muzzammil mendesak Polri segera menetapkan tokoh utama dalam kasus pemalsuan dan penggelapan surat MK. Sebab, bukti dan keterangan yang didapatkan oleh Panja sudah cukup untuk menjadi dasar penetapan tersangka selain Mashuri Hasan.

“Masyhuri Hasan kemungkinan besar hanya aktor lapangan. Saya minta Polri jangan ragu untuk segera menetapkan status tersangka terhadap aktor intelektual dalam kasus ini,” Kata anggota DPR dari Daerah Pemilihan Lampung 1 itu.

Menurut Muzzammil, jika ini direspon cepat maka kepercayaan publik terhadap Polri akan kembali. Hal itu juga berdampak positif bagi perbaikan mekanisme kerja internal KPU dan MK di masa yang akan datang. “Penyelesaian tuntas kasus ini akan mendorong kewaspadaan publik ke depan untuk mengawasi kerja KPU pusat sampai daerah dan juga MK,” kata Muzzammil.(Andhini)

Ecky Awal Muharram : PKS desak pemerintah perbaiki sistem pengendalian internal terkait BPK


JAKARTA. Fraksi Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) mendesak pemerintah memperbaiki sistem pengendalian internal (SPI) yang dapat mempengaruhi opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada pemeriksaan laporan keuangan kementerian/lembaga (LKKL).

"Opini WDP (wajar dengan pengecualian) pada APBN 2010 itu bukti masih lemahnya SPI. Kami mendesak pemerintah memperbaiki hal itu. Sebab, khawatirnya itu bisa mempengaruhi opini BPK," ungkap juru bicara Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam, pada paripurna, Kamis (7/7).

Sebagai informasi, opini WDP pada laporan keuangan pemerintah pusat LKPP APBN 2010 itu lantaran pemerintah masih mengalami masalah dalam hal penagihan/pengakuan/pencatatan perpajakan, pencatatan uang muka Bendahara Umum Negara (BUN) tidak memadai, permasalahan dalam pengendalian atas pencatatan piutang pajak dan permasalahan dalam pelaksanaan inventarisasi dan penilaian (IP) aset tetap.

Pengecualian yang digarisbawahi oleh BPK itu, menurut Ecky, harus diperbaiki dengan menindaklanjuti temuan BPK, perbaikan penagihan piutang pajak, perbaikan pencatatan uang muka Bendahara Umum Negara (BUN), sinkronisasi pencatatan pajak antara dokumen penetapan pajak dengan catatan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, serta memperbaiki inventarisasi dan penilaian (IP) aset tetap.

Meski banyak kelemahan pada LKPP APBN 2010, fraksi itu mengapresiasi upaya pemerintah dalam mempertahankan kualitas laporan keuangan sehingga tetap pada level stabil WDP. "Kami cukup mengapresiasi opini WDP yang didapat dua tahun berturut-turut. Itu jauh lebih baik dibanding opini 2008 ke belakang yang hanya dapat disclaimer (tidak menyatakan pendapat)," papar dia.

Pemerintah perbaiki mekanisme 4 kelemahan

Ecky lalu mengimbau, agar pemerintah pusat menaruh perhatian lebih pada K/L yang belum dapat memenuhi opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Untuk diketahui, sebanyak 53 K/L mendapat opini WTP, 28 K/L mendapat opini WDP, dan dua K/L diberi opini disclaimer oleh BPK.

Mengenai empat kelemahan yang membuat LKPP APBN 2010 diberi opini WDP, pemerintah pusat mengklaim, telah mengupayakan perbaikan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan penagihan, pengakuan dan pencatatan penerimaan perpajakan.

Mengenai pencatatan uang muka BUN yang dinilai tidak memadai, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No78/PMK.05/2011 tentang Penyelesaian Backlog atas Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri melalui Mekanisme Rekening Khusus yang Ineligible (tidak memenuhi syarat).

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No119/KMK.05/2011 telah ditetapkan uang muka BUN yang tidak memenuhi syarat itu mencapai Rp1,85 triliun. Selanjutnya, pemerintah akan memperbaiki administrasi pengelolaan rekening khusus dan menyusun proses bisnis secara terintegrasi.

Pencatatan terintegrasi itu disebutkan agar dapat menghasilkan jumlah piutang pajak yang lebih akurat dan meminimalisasi perbedaan pencatatan piutang pajak.

Lalu, soal permasalahan aset tetap pemerintah menjanjikan akan mendorong setiap K/L melakukan verifikasi dan validasi hasil IP barang milik negara (BMN) sehingga selisih antara hasil IP dengan pencatatan di neraca dapat terselesaikan.

Sementara, aset tetap yang belum sepenuhnya dilakukan IP akan segera diselesaikan untuk dimasukkan dalam laporan keuangan. Untuk mengatasi risiko penyusutan aset tetap, pemerintah tengah merumuskan aturan dan mekanisme tentang penerapan penyusutan aset tetap.

Soal penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pun akan diupayakan ketepatan waktu penyetoran dan mendorong setiap K/L yang melakukan pengelolaan PNBP di luar mekanisme APBN untuk segera mempercepat proses penyusunan dasar hukum pungutan PNBP yang ada.

Selain permasalahan tersebut, pemerintah memang masih harus memperbaiki kesalahan penelaahan dan pengawasan penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga (RKAKL) dan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA). Untuk itu, pemerintah diminta untuk memperhatikan ketentuan dan mengintensifkan sosialisasi penerapan bagan akun standar (BAS).

Bahkan, untuk masalah pencatatan hibah, pemerintah menjanjikan untuk mendorong penerapan sistem akuntansi hibah pada K/L melalui kegiatan sosialisasi, pengawasan, dan rekonsiliasi terhadap penerimaan hibah.

Selain upaya tersebut, pemerintah akan mengupayakan perbaikan SPI dan menindaklanjuti temuan-temuan BPK. "Kalau ada temuan, kita coba lakukan penyempurnaan business process dan SOP (standard operating procedure)," ucap Menteri Keuangan Agus Martowardoyo.

Kamis, 07 Juli 2011

Heryawan Presentasi Peluang Investasi di Amerika


Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan akan menyampaikan presentasi potensi dan peluang investasi di Jawa Barat dalam forum bisnis di Willard Intercontinental, Washington DC, Amerika Serikat, pada 8-9 Juli 2011.

Potensi yang dipromosikan di antaranya geotermal, pembangunan bandara internasional dan fasilitasnya, industri daging ternak sapi (beef cattle industry), serta tenaga trampil keperawatan.

Kepala Biro Humas Protokol dan Umum Pemprov Jawa Barat Ruddy Gandakusumah mengatakan, Pemprov Jabar turut berpartisipasi dalam kegiatan meningkatkan pencitraan Indonesia sebagai negara tujuan investasi kepada dunia usaha dan masyarakat dunia di Amerika Serikat.

“Event tersebut penting yang diselenggarakan oleh BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) merupakan ajang promosi guna menarik investor Amerika Serikat agar mau menanamkan modalnya di Indonesia,” kata Ruddy dalam keterangannya kepada wartawan di Press Room Gedung Sate Jalan Diponegoro, (Kota Bandung, Rabu (6/7/2011).

Menurut Ruddy, Pemprov Jabar akan memanfaatkan momen tersebut seoptimal mungkin dengan mengirim delegasi yang dipimpin langsung Gubernur didampingi Kepala Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jawa Barat Agus Gustiar dan Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Jawa Barat Herdiwan.

“Potensi yang dipromosikan adalah geotermal, pembangunan bandara internasional dan fasilitasnya dengan kebutuhan biaya Rp8,1 triliun, industri daging ternak sapi, serta tenaga terampil keperawatan dengan nilai kebutuhan investasi 17 Juta dolar AS,” tandasnya.

Ruddy menuturkan, Gubernur akan berbicara di depan para pengusaha Amerika juga organisasi-organisasi seperti US–Indonesia Chamber of Commerce (AICC), Asia Society, US–ASEAN Business Council dan USINDO yang beranggotakan kalangan usaha AS.

Upaya ini dilakukan untuk menarik investor/pengusaha Amerika Serikat untuk berinvestasi di Jawa Barat, baik investasi infrastruktur maupun direct investment. [gin]

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More